hahahahaahahhahahahahahaha, cuma bisa tertawa melihat bertengger "in a relationship" di facebook nya..
ya, kini aku tau apa yang Bapa rencanakan, apa yang Ia inginkan terjadi dalam hidupku..
aku tau pula kenapa aku mengulur-ulur waktu, kenapa juga aku tak ingin berkomitmen sementara ini sampai saatnya aku lulus dan boleh mencapai mimpiku.. ternyata ini yang ingin Bapa tunjukkan, terimakasih Bapa karena aku tidak gegabah.. :)
kini Bapa mencelakkan mataku, ternyata memang aku tidak boleh tergesa-gesa..
ia yang mendekatiku, selalu aku merasa ragu. dalam hati selalu bertanya apa yang disukai dari aku? bukan bermaksud merendahkan diri, namun sekedar introspeksi.. hingga akhirnya aku membuat keputusan untuk mengenalnya lebih dulu. jujur pernah punya pikiran bahwa okay aku akan serius dengan pilihan ini, hanya tinggal belajar menumbuhkan rasa sayang saja.. dan ternyata, ia pergi. ia benar-benar pergi..
menyesal? atau merasa sakit hati? tidak sama sekali..
entah kenapa aku merasa sangat bahagia ketika aku melihat status hubungannya..
dalam hati aku mengucap syukur karena akhirnya dia mendapatkan perempuan yang disayanginya, mengucap syukur karena perasaannya untukku hanya semu belaka. maka dari itu, aku selalu ingin berusaha, mencoba meyakinkannya apa benar itu sayang? atau hanya suka? itu sebabnya mungkin aku selalu tidak pernah yakin dengan dirinya..
kini, aku hanya bisa berdoa semoga dia bahagia.. dengan pilihannya..
dan aku? ya tetap menjadi aku dengan komitmen semula.. toh kini, perasaan ini benar-benar sudah lega, clear, dan tidak menyimpan rasa pada siapa pun. padanya atau pada mantan kekasih.. semua tidak ada. kini aku sedang senang menikmati mimpi bersama kawan-kawan dan mantan kekasih itu, yang pure adalah sahabat, sahabat terbaikku.. :)
Selasa, 19 Oktober 2010
sahabat, kembalilah..
lama sekali aku tak membuka rumah kedua ini, bersihin dulu aaahh.. #srok-srok nyapu lantai bersihin jendela#
ya.. kali ini tiba-tiba pikiran melayang tentang sebuah persahabatan yang terbengkalai..
aku merindukan saat-saat bersama, saat aku, dia, dia, dan dia tertawa, merasa bahwa dunia ini adalah milik kami berempat. hingga aku menyadari jogja merubah semuanya...
aku kehilangan satu diantara tiga lainnya, ia yang berbeda, ia yang berubah..
aku juga rindu untuk menerima, bukan untuk selalu memberi. aku rindu dimengerti, bukan untuk selalu mengerti. rindu dikasihi, bukan hanya mengasihi. tapi memang dari dulu aku lebih menyukai me daripada di, aku lebih menyukai mengasihi daripada dikasihi, lebih suka memberi daripada diberi..
namun mungkin memang aku yang salah.. aku tak pernah tau bahwa ketika kita merasa sudah menjadi sahabat yang baik, belum tentu sahabatmu itu menganggapmu baik.. belum tentu ia akan melakukan hal seperti apa yang kamu lakukan untuk dia..
tapi, bukankah persahabatan itu seperti itu? aku hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk sahabatku..
dia yang kini pergi, aku tahu hanya semu. dia hanya sedang bermain, tertawa dalam dunianya.. tapi aku, dan kedua lainnya akan selalu menantinya kembali.
sedih memang mendapati dia kini berbeda, namun kami tetap mengasihinya.
bagiku dia sahabat terbaik, kami selalu tertawa, kami berbagi suka dan duka,, bersama.. :)
stefi prita sari tedjowati, adakah kau merasakan hal yang sama seperti yang aku, ovik, dan titin rasa?
ingatkah bahwa tanggal 14 februari 2015 kita berempat berjanji untuk bertemu lagi, melihat akan seperti apa kita di masa itu, dan tentu kita akan sangat berbahagia karena bisa berkumpul lagi...
atau ingatkah candaan kita saat akan berkunjung ke rumah masing2 kelak? bersama suami dan anak-anak kita tercinta?
sahabat, aku sangat merindukanmu.. kami membutuhkanmu, tolong jauhi hal-hal itu.. tinggalkan dunia yang hanya akan menawarkan sejuta hal duniawi yang akan menjeratmu..
kami sangat mencintaimu my beloved friends..
-anggun via grasma, noviana dewi wijayanti, christine permata sari, & stefi prita sari- ^_^
ya.. kali ini tiba-tiba pikiran melayang tentang sebuah persahabatan yang terbengkalai..
aku merindukan saat-saat bersama, saat aku, dia, dia, dan dia tertawa, merasa bahwa dunia ini adalah milik kami berempat. hingga aku menyadari jogja merubah semuanya...
aku kehilangan satu diantara tiga lainnya, ia yang berbeda, ia yang berubah..
aku juga rindu untuk menerima, bukan untuk selalu memberi. aku rindu dimengerti, bukan untuk selalu mengerti. rindu dikasihi, bukan hanya mengasihi. tapi memang dari dulu aku lebih menyukai me daripada di, aku lebih menyukai mengasihi daripada dikasihi, lebih suka memberi daripada diberi..
namun mungkin memang aku yang salah.. aku tak pernah tau bahwa ketika kita merasa sudah menjadi sahabat yang baik, belum tentu sahabatmu itu menganggapmu baik.. belum tentu ia akan melakukan hal seperti apa yang kamu lakukan untuk dia..
tapi, bukankah persahabatan itu seperti itu? aku hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk sahabatku..
dia yang kini pergi, aku tahu hanya semu. dia hanya sedang bermain, tertawa dalam dunianya.. tapi aku, dan kedua lainnya akan selalu menantinya kembali.
sedih memang mendapati dia kini berbeda, namun kami tetap mengasihinya.
bagiku dia sahabat terbaik, kami selalu tertawa, kami berbagi suka dan duka,, bersama.. :)
stefi prita sari tedjowati, adakah kau merasakan hal yang sama seperti yang aku, ovik, dan titin rasa?
ingatkah bahwa tanggal 14 februari 2015 kita berempat berjanji untuk bertemu lagi, melihat akan seperti apa kita di masa itu, dan tentu kita akan sangat berbahagia karena bisa berkumpul lagi...
atau ingatkah candaan kita saat akan berkunjung ke rumah masing2 kelak? bersama suami dan anak-anak kita tercinta?
sahabat, aku sangat merindukanmu.. kami membutuhkanmu, tolong jauhi hal-hal itu.. tinggalkan dunia yang hanya akan menawarkan sejuta hal duniawi yang akan menjeratmu..
kami sangat mencintaimu my beloved friends..
-anggun via grasma, noviana dewi wijayanti, christine permata sari, & stefi prita sari- ^_^
Minggu, 12 September 2010
terima kasih saya ucapkan untuk malam takbiran
saya jadi teringat malam takbiran kemarin, saya dan dua sepupu saya yang semuanya laki-laki menikmati malam di sebuah warung wedang ronde, kami tak berniat menonton takbiran.. cuma berniat sekedar nge-wedang sajo. kami berangkat dari rumah pukul 20.30, mengendarai BMW kebanggaannya yang notabene didapet dari hasil kerja plus ditambahi bapaknya, padahal noh manusia masih kuliah dan alhasil kuliahnya di fakultas hukum UNS keteteran, katanya males kerjain skripsi jadi dtunda dulu toh udah bisa bayar kuliah dhewe, yadoh.. gaya tenan! tapi saya akui jadi pengeen juga bisa kerja sendiri, trus membiayai hidup sendiri, beli apa2 pake duit sendiri, pasti menyenangkan dan bangga sekali! >.< **(tapi bukan itu yang mau saya ceritain)
kira-kira sudah puas menyantap ronde, kami hendak pulang. kami sengaja ke arah pasar malam hendak mencari gorengan yang dipesan mas saya yang ada di rumah beserta keponakan2 saya yang lain. namun apa daya, rame sekali.. bahkan ketika kami berniat melewati halaman depan GOR, jalanan dialihkan! alhasil kami harus mutar lagi melewati By Pass, kemudian melewati Polres baru dan harus kembali berputar-putar hendak menuju ke pasar malam, namun di tengah perjalanan ketika kami hendak sampai di GOR, telepon sepupu saya berdering. dari si om, katanya mobilnya macet di alun2.. haha, ya karena kami baik hati dan tidak sombong, kami berbalik arah dan menghampiri om kami.. sudah larut malam, kami mencari-cari dimana si om itu, ternyata ketemu. loh tapi kok sama polisi, loh.. loh.. kok malah polisi nya yang ada di kemudi, sedang berusaha menyalakan mesin mobil dan bahkan membantu ketika harus mendorong mobil tersebut agar mau menyala. antara setengah ga percaya, setengah takjub, setengah kagum.. ya, ya.. luar biasa bener dah polisi yang satu ini, ga kayak polisi lainnya. biasanya polisi itu terkenal sangar, agak kejam, dan sering bertindak semaunya karena punya kuasa, tapi bapak polisi yang satu ini membuat pandangan saya tentang seorang polisi sedikit berubah, saya dulu juga benci polisi soalnya waktu saya kecelakaan, ga ada yang berani mendekat, bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang berusaha buat mengeluarkan saya dari bawah kolong truk, yang ada malah bapak2 tua yang membuka tambal ban di pinggir jalan yang nolongin..
tidak hanya saya, semua sodara saya tanpa terkecuali semua juga kagum pada tuh polisi, mereka berujar "baik ya polisinya, keren, luar biasa, tumben ada polisi baik, malah dia yang repot buat bantu kita"
tapi di tengah2 kebingungan karena tuh mobil ga bisa nyala juga padahal udah di otak atik, dan sembari menunggu bengkel.. perut saya tidak bisa diajak kompromi! muleees sekali, kebingungan juga saya cari teman yang rumahnya deket buat numpang boker, untung ada yang belum tidur dan berbaik hati mau memberikan tumpangan.lega dah.. akhirnya setelah bengkel datang, berusaha membetulkan mobil tersebut, kami pamit pulang karena waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari.. ya sudah lewat tengah malam, bahkan sudah bisa dibilang pagi..
![]() |
| (gambar : http://politik.kompasiana.com/2010/04/28/polisi-monster-di-jalan-raya/) |
Langganan:
Postingan (Atom)


