Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

yang terbaik

Diposting oleh anggun via grasma di 7/15/2012 08:07:00 AM 0 komentar
Seseorang baru bisa tahu arti mengasihi dengan tulus ketika ia telah disakiti.
Seseorang baru bisa menghargai apa yang ada di tangannya ketika ia menyadari perjuangan yang telah ia lakukan untuk memperolehnya.
Sseorang baru bisa merasakan indahnya kebahagiaan ketika ia telah mengalami penderitaan.
Seseorang baru menyadari arti sebuah kesuksesan ketika ia sudah mengalami kegagalan.
Seseorang baru tahu betapa berharganya orang yang dikasihinya ketika orang yang dia kasihi harus pergi beberapa waktu untuk menjalankan tugas.
Seseorang baru bisa menghargai orang yang ada di sisinya ketika semua orang meninggalkannya.
Seseorang baru bisa menghargai pekerjaan yang dimilikinya ketika dia terancam terkena perampingan tenaga kerja.
Seseorang baru bisa menghargai arti sebuah kejujuran ketika dia terdesak konsekuensi yang harus dia terima karena kecurangannya.
Seseorang baru bisa menghargai waktu ketika ia berhadapan dengan waktu yang terbatas dan harus menyelesaikan banyak hal.
Seseorang baru bisa menghargai nyala sebatang lilin kecil ketika ia berada di tengah kegelapan.
Seseorang baru tahu arti menghargai hidup ketika ia menyadari bahwa tak seorang pun yang bisa memberi tahu sampai kapan ia akan tetap hidup.


Apakah selama ini kita merasa Tuhan tidak adil karena kita mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan? Apakah kita sering mengeluh dengan hal-hal tidak enak yang sedang kita alami? Apakah kita merasa bahwa apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan?

Tuhan itu baik di sepanjang waktu.
Penderitaan, kegagalan, dan hal-hal buruk lainnya tidaklah seburuk yang kita bayangkan. Karena tanpa itu semua, kita tidak akan pernah bisa menghargai makna kehidupan. Semua yang Tuhan ijinkan terjadi adalah semata-mata untuk kebaikan kita. Supaya kita bisa selalu melakukan yang terbaik dan supaya kita bisa menghargai semua yang sekatang ini telah kita miliki.
Jadi, apakah kita tetap merasa bahwa apa yang terjadi pada kita itu tidak adil?
"Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi karena Dia tahu itu yang terbaik."
...(sumber : renungan harian Spirit)


P.S : Seseorang baru bisa menghargai arti sebuah kepercayaan ketika ia sudah tidak dipercaya ; )



Rabu, 11 Juli 2012

Kebaikan

Diposting oleh anggun via grasma di 7/11/2012 08:52:00 AM 0 komentar
Beberapa orang asing ingin bertemu dengan Lord Shaftesbury di stasiun kereta api. Mereka bertanya "Bagaimana kami bisa mengenal kebangsawanannya?". Jawabannya sungguh menantang "Jika kalian melihat seorang tinggi besar turun dari kereta api dan menolong seseorang, orang itu pasti Lord Shaftesbury!". Tidak lama kemudian, kereta api yang mereka tunggu tiba. Di antara para penumpang yang turun, tampak mencolok seorang pria tinggi besar yang membawa kopernya di satu tangan dan tangan lainnya membawa tiga tas milik seorang wanita tua.


Sungguh teladan hidup yang luar biasa dari seorang yang hidupnya berlimpah dengan kebaikan. Demikian juga seharusnya kita menjadikan kebaikan sebagai gaya hidup. Jika kebaikan sudah menjadi gaya hidup, di mana-mana kita akan berbuat baik. Kita akan menebarkan kebaikan kepada setiap orang yang kita jumpai, tanpa harus membedakan warna kulit, status sosial, atau melihat kepada siapa kita berbuat baik. Kita tahu bahwa kasih Tuhan juga tidak hanya untuk orang-orang tertentu. Kita akan berbuat baik, meski tidak ada orang yang melihat kita. Kita ingin ketulusan menggerakkan kita. Kita akan berbuat baik, meski tahu bahwa kita tidak akan menerima balasan setimpal. Kita tahu bahwa kebaikan bukanlah soal balas budi. Kita akan berbuat baik, bahkan untuk orang yang kita tidak suka sekalipun. Kita ingin kasih sejati terpancar dari hidup kita.


Sayangnya, kita tidak selalu seperti itu. Kita mungkin hanya berbuat baik pada saat-saat tertentu saja, di tempat-tempat tertentu. Kita hanya berbuat baik, ketika semua kamera menyorot kita. : )
Kita hanya berbuat baik terhadap orang yang juga baik kepada kita, atau khususnya terhadap orang yang akan menguntungkan kita. Kebaikan yang tidak didasari dengan kasih dan ketulusan seperti itu adalah hal yang sia-sia. Belajar dari Tuhan yang mengijinkan kebaikan mewarnai kehidupanNya, demikian juga hidup kita hendaklah penuh dengan kebaikan.
Setiap hari, Tuhan selalu menuntun kita kepada orang-orang yang memerlukan uluran kebaikan kita, apakah kita akan menyatakan kebaikan kepada mereka?
...(sumber : Renungan harian SPIRIT)


Jadi sebenarnya, jadikanlah kebaikan itu sebagai gaya hidup.
Kebaikan bisa lewat apa saja dan dalam bentuk apapun.
Kebaikan itu bagian dari kasih.
Kalau baik, hanya terhadap orang yang juga baik kepada kita, itu biasa.
Kalau kita baik terhadap orang yang tidak baik kepada kita, itu baru luar biasa.
Selamat dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari waktu ke watu.
Selamat menebar kebaikan! : )


"Satu kebaikan kecil yang kita lakukan telah membuat dunia menjadi lebih baik lagi"


God bless you all...
 

after the rain Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos