aku tidak seperti kebanyakan anak kecil lainnya..
aku tidak pernah percaya pada Santa..
bahkan aku tak pernah mengharapkannya datang, atau mengharapkan hadiah darinya...
sama sekali aku tidak pernah..
kalau aku kembali menjadi anak kecil lagi pun, aku tidak akan suka berfoto bersama Santa yang ada di gereja.
aku tidak suka, aku tidak percaya, bagiku Santa hanya dongeng menuju mimpi, "just a dream"..
karena Natal, bagiku identik dengan perasaan damai..
selalu berbeda, rasanya.. tenang, banyak sukacita..
karena anak kecil, sang penyelamat itu telah lahir...
itu sangat cukup. bahkan lebih dari cukup..
karena makna Natal yang sebenarnya, aku mencintai Natal..
Tuhan Yesus adalah hadiah terindah yang aku dapat di Natal..
hadiah terindah sejak kelahiranku ke dunia ini...
jadi, aku tidak butuh Santa.. aku tak pernah butuh hadiah...
hadiah yang aku minta, hadiah yang aku butuhkan sudah aku dapatkan,
Dia bahkan selalu ada tanpa pernah aku minta...
Dia mengajariku banyak hal, tentang pengampunan, tentang kasih, dan tentang kesetiaan. :)
terima kasih, Bapa. :)
Sabtu, 10 Desember 2011
Rabu, 02 November 2011
♥ ABIL ♥
ketika pertama kali bertemu dengannya, saya langsung jatuh hati :)
anak laki-laki berusia 5 bulan itu lucu, dan ganteng ..
sudah tiga kali saya bertemu dengannya, rasanya pengen terus-terusan gendong, bahkan pengen bawa pulang aja ke rumah, janji saya rawat! aaaah... :")
mata saya langsung tertuju pada box bayi milik Abil ketika menginjakkan kaki pada ruangan bayi dan balita.
jelas, karena box milik Abil berada tepat di dekat pintu masuk, sehingga siapa saja yang datang ke tempat itu akan langsung dapat melihatnya..
dia semacam sambutan bagi siapa saja yang datang.
di antara bayi dan balita lainnya, saya justru tidak bisa lepas dari Abil..
bukan kemudian saya tidak menyayangi yang lainnya, tapi entah kenapa saat bersama Abil rasanya senang. :)
saya memang cinta anak kecil, dan saya cinta pada Abil :")
waktu itu, hanya abil yang "nganggur", yang lain sudah ada "mbak2" mereka sendiri..
mungkin karena memang waktunya mereka bersama mbak-mbak itu..
yah, beruntung saya jadi bisa bertemu abil, dan leluasa dengan abil..
sudah 3x saya bertemu Abil, rasanya jadi makin cinta... Abil, oh Abil..
berpikir kenapa ada orang tua yang tega membuang bayi malang dan cakep macam ini.. :(
tapi kemudian, saya membalikkan pikiran saya. bukankah berpikir positif menjadikan hidup lebih indah?
saya pikir, mungkin lebih baik Abil memang berada di panti asuhan daripada bersama orang tua mereka.
karena di sana, Abil mendapatkan banyak cinta dan perhatian.
Abil juga jadi punya banyak ibu, termasuk saya.. :")
anak laki-laki berusia 5 bulan itu lucu, dan ganteng ..
sudah tiga kali saya bertemu dengannya, rasanya pengen terus-terusan gendong, bahkan pengen bawa pulang aja ke rumah, janji saya rawat! aaaah... :")
mata saya langsung tertuju pada box bayi milik Abil ketika menginjakkan kaki pada ruangan bayi dan balita.
jelas, karena box milik Abil berada tepat di dekat pintu masuk, sehingga siapa saja yang datang ke tempat itu akan langsung dapat melihatnya..
dia semacam sambutan bagi siapa saja yang datang.
di antara bayi dan balita lainnya, saya justru tidak bisa lepas dari Abil..
bukan kemudian saya tidak menyayangi yang lainnya, tapi entah kenapa saat bersama Abil rasanya senang. :)
saya memang cinta anak kecil, dan saya cinta pada Abil :")
waktu itu, hanya abil yang "nganggur", yang lain sudah ada "mbak2" mereka sendiri..
mungkin karena memang waktunya mereka bersama mbak-mbak itu..
yah, beruntung saya jadi bisa bertemu abil, dan leluasa dengan abil..
sudah 3x saya bertemu Abil, rasanya jadi makin cinta... Abil, oh Abil..
berpikir kenapa ada orang tua yang tega membuang bayi malang dan cakep macam ini.. :(
tapi kemudian, saya membalikkan pikiran saya. bukankah berpikir positif menjadikan hidup lebih indah?
saya pikir, mungkin lebih baik Abil memang berada di panti asuhan daripada bersama orang tua mereka.
karena di sana, Abil mendapatkan banyak cinta dan perhatian.
Abil juga jadi punya banyak ibu, termasuk saya.. :")
![]() |
| Abilku sayang ♥ |
Rabu, 12 Oktober 2011
melepaskan
hidup saya memberi saya banyak pelajaran.
setiap orang tentu berbeda, ada yang tentang pengampunan, kesakitan, kekecewaan, dan masih banyak lagi lainnya.
bagi saya, hal yang paling berat dan membuat saya belajar adalah tentang melepaskan.
saya dituntut untuk berpikir keras tentang "melepaskan"
melepaskan itu harus dari dua sisi, tidak bisa jika yang satu ingin lepas, tapi sisi lainnya masih menggenggam erat.
melepaskan itu akan lebih sulit ketika kedua pihak masih saling mempunyai rasa..
melepaskan itu menyakitkan ketika masih sama-sama saling menyayangi..
dan melepaskan itu adalah berat..!
tentu, saya masih terus belajar. ini proses hidup saya :")
kalau anda tidak ingin melepaskan, jangan memaksa orang lain untuk juga melepaskan.
kalau anda tidak mau melupakan, jangan memaksa orang lain untuk juga melupakan.
anda tidak punya alasan? tidak. saya tau anda punya, namun anda malu mengatakannya.
jujur saja katakan, karena alasan anda pun adalah alasan saya.
jadi, kita sama kan? tolong hargai saya..
karena jika anda berhak, kenapa saya tidak?
biar saya menikmatinya, saya juga tidak mau menyakiti anda lebih lagi.
tapi saya sudah memperingatkan, kalau tidak siap sakit hati jangan mengorek lebih jauh hidup saya. kalau anda ingin mengetahuinya, dan mengoreknya lebih jauh dan dalam, berarti anda siap sakit hati.
beri saya waktu dan ruang, untuk merasakan setiap rasa yang boleh Tuhan berikan bagi saya untuk dia. :)
saya hanya ingin "menikmatinya".. menyimpannya, sampai luruh dengan sendirinya.
tapi jangan tanya sampai kapan karena saya tidak tau..
anda bilang karena saya tidak mau? ya.. itu anda sudah mengerti sendiri. sama juga kan dengan anda? :)
jadi, belajarlah dahulu mengenai melepaskan. jadi baru bisa menuntut saya..
sekarang, biar saya berproses dengan hidup saya sendiri dan belajar lebih lagi tentang karunia melepaskan.
setiap orang tentu berbeda, ada yang tentang pengampunan, kesakitan, kekecewaan, dan masih banyak lagi lainnya.
bagi saya, hal yang paling berat dan membuat saya belajar adalah tentang melepaskan.
saya dituntut untuk berpikir keras tentang "melepaskan"
melepaskan itu harus dari dua sisi, tidak bisa jika yang satu ingin lepas, tapi sisi lainnya masih menggenggam erat.
melepaskan itu akan lebih sulit ketika kedua pihak masih saling mempunyai rasa..
melepaskan itu menyakitkan ketika masih sama-sama saling menyayangi..
dan melepaskan itu adalah berat..!
tentu, saya masih terus belajar. ini proses hidup saya :")
kalau anda tidak ingin melepaskan, jangan memaksa orang lain untuk juga melepaskan.
kalau anda tidak mau melupakan, jangan memaksa orang lain untuk juga melupakan.
anda tidak punya alasan? tidak. saya tau anda punya, namun anda malu mengatakannya.
jujur saja katakan, karena alasan anda pun adalah alasan saya.
jadi, kita sama kan? tolong hargai saya..
karena jika anda berhak, kenapa saya tidak?
biar saya menikmatinya, saya juga tidak mau menyakiti anda lebih lagi.
tapi saya sudah memperingatkan, kalau tidak siap sakit hati jangan mengorek lebih jauh hidup saya. kalau anda ingin mengetahuinya, dan mengoreknya lebih jauh dan dalam, berarti anda siap sakit hati.
beri saya waktu dan ruang, untuk merasakan setiap rasa yang boleh Tuhan berikan bagi saya untuk dia. :)
saya hanya ingin "menikmatinya".. menyimpannya, sampai luruh dengan sendirinya.
tapi jangan tanya sampai kapan karena saya tidak tau..
anda bilang karena saya tidak mau? ya.. itu anda sudah mengerti sendiri. sama juga kan dengan anda? :)
jadi, belajarlah dahulu mengenai melepaskan. jadi baru bisa menuntut saya..
sekarang, biar saya berproses dengan hidup saya sendiri dan belajar lebih lagi tentang karunia melepaskan.
Langganan:
Postingan (Atom)


