Kamis, 29 Maret 2012

memberi

Diposting oleh anggun via grasma di 3/29/2012 10:57:00 AM 0 komentar
apa yang ada dibenakmu ketika aku melemparkan sebuah kata yaitu.. "memberi"?
pernah tidak kamu "memberi" sesuatu kepada seseorang?
maksudku, bukan memberikan "sesuatu" pada orang yang kau cinta atau orang yang dekat denganmu..
memberi yang aku maksud adalah berbagi..
dimana kamu menjadi berkat, dan membagikan berkat yang sudah dilimpahkan Tuhan padamu.
memberi, atau berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan dalam bentuk apapun..

ada sebagian orang yang berpikir, memberi atau berbagi akan mendapatkan pahala..
bahkan ada yang berpikir bahwa dengan memberi, bisa membawa kita masuk surga..
sekarang, mari berpikir. semudah itu?
jika semua orang tahu bahwa ketika kita memberi kita akan mendapatkan pahala.
kira-kira, apa yang akan kau lakukan?
kalau aku, pasti sudah akan melakukannya berulang-ulang kali, bahkan ratusan kali karena mudah sekali mendapatkan pahala, hanya dengan memberi..
aku, tidak sedang menyangkalnya..
aku percaya, bahwa pahala atau berkat itu akan dilimpahkan dan ditambahkan lebih lagi padamu..
tapi maksudku, jangan berpikir dengan memberi atau berbagi maka pahalamu bertambah banyak, hidupmu akan mudah, kamu akan bahagia, dan mati bisa masuk sorga..
tapi, memberilah tanpa harus memikirkan pahala yang kamu dapat.
berbagilah tanpa harus menggunakan embel-embel "kenikmatan" yang didapat ketika melakukannya..

memberilah, berbagilah..
tanpa harus melihat apa kau akan mendapatkan pahala..
bukankah jika seperti itu, namanya tidak tulus?
memberilah, berbagilah dengan tulus..
Tuhan tentu tidak tidur, Dia tau apa yang kau lakukan..
tanpa kau harus memikirkan pahalamu..
Dia tau porsimu, Dia jauh lebih tau..
jangan berbuat baik agar dilihat baik, jangan berbuat baik dengan embel-embel "agar" atau "supaya"...
jadi maksudku, memberilah atau berbagilah karena memang kau ingin meberi dan berbagi..
karena itu, juga menjadi salah satu kunci kebahagiaan.
kenapa? karena kamu sudah membahagiakan orang lain. :)

aku pernah menuliskan ini pada twitterku :
"memberi di saat berkelimpahan itu sudah biasa, tetapi memberi di saat kita kekurangan atau pas-pasan itu baru luar biasa"

Selamat memberi! Selamat berbagi, kawan!

Jumat, 23 Maret 2012

ayah dan gadis kecil berkepang dua

Diposting oleh anggun via grasma di 3/23/2012 09:15:00 PM 0 komentar
"Ayah, apa kau mencintaiku?", gadis berkepang dua itu bertanya sambil mendongakkan kepalanya. Sang ayah tersenyum, sambil berlutut dan mendekatkan wajahnya pada sang anak, ia menjawab "Tentu bidadari kecilku, adakah keraguan hingga kau bertanya seperti itu pada ayahmu?". "Ah, tidak" katanya melemparkan pandangannya ke bawah sambil jemarinya memainkan kepangan rambutnya. "Jangan berbohong, ayah tau ada banyak pertanyaan yang kau simpan. Ayah bisa melihat itu dari wajahmu. Ada apa nak?" katanya sembari meraih wajah penuh keraguan itu..
"Tidak ayah, aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa ayah membohongiku." ujarnya dengan lugu.
"Bohong? Kapan ayah pernah berbohong padamu nak?"
"Ehm.. setiap hari, ketika pagi mulai menampakkan terangnya, ayah selalu masuk ke kamarku. Membangunkan aku dengan ciuman lembut dikeningku, dan ayah berkata padaku bahwa ayah mencintaiku. Tapi, kenapa ayah selalu mempersulitku?"
Sang ayah mengerutkan keningnya, tanda ia tak paham dengan maksud bidadarinya itu.
Kemudian sang gadis melanjutkan perkataannya "Ayah mencintaiku, tapi aku tak pernah merasakan kenyataan dari kata "mencintai" yang selalu ayah lontarkan padaku. Pernyataan itu terasa manis, hanya ketika diucapkan, tapi tidak ketika menjumpai realitasnya. Bukankah itu bohong?"
"Bisa kau jelaskan dengan lebih gamblang anakku, ayah masih tidak mengerti." tanya ayah dengan suara lembutnya..
"Seperti bulan lalu, aku hanya ingin boneka rabbit itu tapi ayah bilang aku harus rajin minum susu setiap pagi dan tidak meninggalkan sisa sedikit pun dalam gelasku, baru setelah itu ayah membelikannya, setelah aku tidak terlalu menginginkan boneka rabbit itu. Aku senang, tapi aku rasa, rasa senang ini akan berbeda ketika aku meminta dan ayah langsung memberikannya untukku."
"Atau contoh lainnya" ujarnya lagi menambahkan. "minggu lalu, aku bilang aku ingin dibelikan sepeda. tapi ayah bilang tunggu sebentar, ayah ingin melihat nilaiku semester ini. kalau aku tetap menjadi peringkat pertama di kelas, maka ayah akan membelikannya sebagai hadiah untukku."
"Dulu juga pernah, aku menginginkan es krim seperti yang Milka makan. Tapi ayah tidak membelikannya untukku, aku hanya meminta es krim ayah. Waktu itu ayah bilang tidak boleh karena aku baru sembuh dari sakit. Padahal aku sudah merasa sehat."
Kini sang ayah mengerti gundah gulana anaknya. Ia kemudian berdiri, dan menuju sebuah kursi kayu kegemarannya. "Kemarilah nak.." ujarnya sambil tersenyum ke arah bidadarinya tersebut..
"Ayah mencintaimu, dan kau tak perlu meragukan itu. Untuk segala hal yang kau bingungkan sekarang, suatu waktu kau akan mengerti. Justru karena ayah mencintaimu, maka ayah mempersulitmu."
"Bagaimana bisa ayah mencintaiku tapi malah mempersulitku?" tanya gadis kecil itu bingung.
"Begini nak. Jika ayah membiasakanmu mendapatkan segala hal yang kau inginkan dengan mudah, maka kau tidak akan tau bagaimana rasanya berjuang. Contoh yang sudah kau katakan tadi, untuk sebuah boneka rabbit kau harus rajin minum susu setiap pagi. Ayah akan melihat, apa kau akan berusaha memenuhi 'persyaratan' yang ayah ajukan demi boneka rabbit itu. Dan ternyata, kau melakukannya, kau menghabiskan susu yang ayah buatkan tanpa sisa setiap paginya. Artinya, waktu itu kau berjuang agar ayah membelikanmu, seperti janji ayah."
"Atau untuk sepeda yang kau inginkan, ayah bisa saja membelikanmu saat ini sepeda itu nak. Tapi, bagaimana ke depannya? Jika kau mendapatkan sepeda itu dengan mudah, kau pasti akan menyepelekannya bukan. Atau kemungkinan lainnya, seperti kau jadi malas belajar karena terlalu asyik dengan sepeda barumu. Tapi ayah berkata padamu, kau harus membuktikan bahwa kau bisa mempertahakan peringkat satu mu di kelas, maka sepeda itu jadi milikmu."
"Aku masih tidak mengerti maksud ayah" katanya semakin bingung.
Tersenyum, sambil mengusap rambut anaknya ayah melanjutkan perkataannya "Satu contoh lain yang sudah kau kemukakan tadi, kenapa ayah tidak membelikanmu es krim? Karena saat itu, kau baru saja sembuh dari sakitmu. Ayah tidak mau kau sakit lagi, kau tau betapa menderitanya ayah saat tengah malam kau mengigau dan suhu badanmu meningkat menjadi 39 derajat celcius? Ayah tidak ingin sesuatu yang buruk menimpamu. Ayah akan membelikanmu es krim sesukamu, bahkan lebih enak dari yang Milka punya, dengan taburan almond kesukaanmu, tapi setelah ayah yakin kau benar-benar sembuh."
"Ayah, akuu..." gadis itu tidak melanjutkan perkataannya karena sang ayah menempelkan jari telunjuk di mulutnya isyarat diam..
"Ayah sudah bilang tadi anakku, kau tidak perlu mengertinya sekarang. Saat kau beranjak dewasa, kau akan mengerti karena kau akan belajar. Kau akan tau kenapa ayah melakukannya untukmu. Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu, sekalipun semua terkadang tidak sesuai dengan inginmu. Ayah juga ingin kau belajar berusaha, dan tau apa itu proses. Segala sesuatu tidak bisa kau dapat dengan mudah. Kalau kau bisa mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah, segala yang kau inginkan bisa kau dapatkan dengan mudah, kau akan menjadi pribadi manja yang tidak mengerti arti hidup. Kau juga mungkin akan menjadi pribadi yang tidak bisa menghargai karena kau mendapatkannya semudah membalikkan telapak tanganmu"
"Ayah mencintaimu, karena itu ayah melakukan ini. Tidak ada seorang Bapak yang tidak menyesah anaknya bukan? Aku mencintaimu, dan kau tak perlu meragukannya." katanya sambil memeluk erat bidadari kecilnya itu sebagai penutup perbincangan sore hari itu..

"Ayah, aku masih tidak mengerti maksudmu.." ujar gadis itu dalam hatinya.

------------------------------
"I just want that star, Father." :)

it's from two angels! :)

Diposting oleh anggun via grasma di 3/23/2012 08:16:00 PM 0 komentar
suatu sore, karena kurangnya kerjaan (diluar skripsi yaaa)
saya membuka lemari pakaian saya, kemudian mengambil dua dari beberapa dress yang saya miliki.. saya memang pecinta "dress", lebih cinta sama "mini dress", soalnya kalau pake dress, saya jadi lebih terlihat "wanita" dan sedikit "anggun" :p sehingga dapat menjauhi komentar "namanya anggun tapi penampilan ma kelakuannya gak anggun, laki-laki sekali" (ah, sial!). yaa.. dua yang saya pilih adalah favorit saya. kenapa? karena dress ini adalah pemberian dua malaikat saya.. ;)


NAH! dress yang ini adalah pemberian ibunda saya.. entah dulu dress ini pernah dipakai beliau, atau milik siapa.. yang jelas, dress ini diberikan beliau untuk saya.. warnanya putih tulang, dengan bahan broklat, kesukaan saya.. waktu itu, tangan saya sudah tidak dapat memakai baju lengan pendek :)
jadi, setiap memakai dress ini untuk acara di luar, saya harus menambahkan cardigan atau bolero.. rasanya, jadi tidak pas.. berasa ada yang kurang, karena harus ada yang "coba ditutupi". tapi, sudahlah.. saya tetap merasa cantik dan istimewa ketika memakainya..



dress favorit saya yang satunya adalah pemberian mama saya. kalau dress yang ini, dulu pernah dipakai sama mama saya sewaktu masih muda. saya menyukai dress ini karena modelnya yang vintage abis.. selain itu, karena bahannya yang adem, dan desain kainnya yang bermotif bunga-bunga :))))


sayang tadi ga sempet foto full body, jadi gak keliatan deh nih bentuk dress nya kayak gimana. yang jelas, dress ini simpel. tidak banyak tambahahan sana sini, panjangnya selutut jadi tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. yang paling saya suka adalah pola di bagian lehernya yang berwarna putih itu, semakin memperlihatkan betapa vintage nya dress yang satu ini. hampir sama dengan white dress dari ibu saya di atas, ketika memakai dress ini untuk acara di luar, saya harus menggunakan cardigan atau bolero. yah, mau gimana lagi kan.. :)). overall, dress yang satu ini ciamik!



tidak peduli apapun yang kamu pakai, entah bermerk atau tidak, dibeli dengan harga yang mahal atau pas-pasan, semua tergantung pada dirimu sendiri. asal percaya diri dan tetap menjadi dirimu sendiri, kamu akan terlihat cantik. bahkan ketika tidak banyak orang yang mengatakan demikian, kamu harus tetap menyakini bahwa dirimu adalah cantik, itu adalah salah satu bentuk ucapan syukur terhadap karunia Tuhan atas hidupmu. mau gendut, jerawatan, hitam, ada banyak bekas luka, atau apapun itu. kamu tetap cantik, karena kamu adalah ciptaan Tuhan yang sangat berharga.
satu lagi, kecantikan tidak hanya berasal dari luar, yang lebih penting itu "dari dalam"
setiap hari, katakan ini dalam hatimu "aku cantik, dan berharga"
terima kasih dua malaikatku, untuk dress yang cantik ini.. secantik kalian berdua :)))
 

after the rain Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos