Senin, 03 September 2012

Hore Lebaran Tiba!

Diposting oleh anggun via grasma di 9/03/2012 06:05:00 PM 0 komentar
Akhirnya, setelah satu bulan penuh menahan segala hawa nafsu yang ada.
Kini saatnya mengunduh kemenangan, yeay!

Kurang lengkap sebenarnya karena mb Ayu dan mas Galih tidak pulang.
Beberapa waktu ini saya sangat merindukan mereka.
Merindukan saat-saat kumpul bersama, lengkap, komplit!!!
Akan terlaksana ketika mas Galih november menikah, Amin.

Tradisi keluarga kami juga hampir sama dengan semua orang pada umumnya.
Lebaran hari kedua, silaturahmi ke rumah sodara-sodara yang lain.
Kami semua muter ke rumah sodara dari yang terkecil (termuda) sampai yang tertua.
Karena papah saya anak nomor tiga dari lima bersaudara, jadilah saya muter dulu ke rumah dua bulik saya, baru tiba giliran semua sodara kumpul ke rumah saya untuk silaturahmi (namanya "ujung" kalo di Jawa), setelah itu baru ke rumah pakde dan kemudian simbah yang lain.
Kami memiliki tradisi saat lebaran tiba, sepertinya contohnya di rumah saya yang menyediakan soda gembira, kadang bikin puding, lebaran tahun ini pengen bikin kue dan donat tapi sibuk nya ndak ketulungan sampek ndak sempet -_-. Berbeda lagi dengan mbah Jowi yang menyediakan soto dan ayam kampungnya, bulik Temu dengan sotonya, bulik Harni dengan sop/ sotonya, dan ibu yang satu rumah dengan simbah menyediakan lontong opor dan es buah, tapi karena simbah sudah meninggal jadinya lebaran tahun ini tidak ke rumah simbah.

Setelah itu, siangnya ada arisan keluarga alias Halal Bilahal Trah Mangundiharjan.
Entah apa di keluarga lain juga halah bihalalnya serame ini.
Ndak cuma rame, kalau saya bilang sih gila -_-
Saya mencintai mereka! Dengan keberagaman juga keanehan di dalamnya :p : )


Berikut beberapa dokumentasi lebaran tahun 2012, jengjeeeng :

(dari kiri ke kanan) : de ajeng, papah, mamah, mas galang


sasa dara with me

kumpul di rumah pak hardilan (part 1)

nyoto ayam kampung duyu di rumah mbah jowi :9

kumpul di rumah pak hardilan (part 2)

halal bihalal 1

halal bihalal 2

halal bihalal 3

halal bihalal 4



Sempilin poto satu aaaahhh ^o^

with pak eRTe :p

Jujur yaaa...
Lebaran tahun ini sedikit berbeda, entah karena apanya... : )

Happy Idul Fitri semuaaaa *ciyumin satuk satuukk* *telat* -_-

tetap merindu

Diposting oleh anggun via grasma di 9/03/2012 04:20:00 PM 0 komentar


Yogyakarta, 26 Juni 2012
Selamat malam, Otan. :)
Dua hari yang lalu, pada jam yang sama kita masih bisa bergandengan tangan keluar dari sebuah gedung bioskop. Menyusuri Jogja malam hari, yang tak biasa aku lakukan saat kamu tak ada di sisi. Sembari menunggu waktu untuk bertemu dengan temanmu, kita memilih sebuah restoran cepat saji memesan beberapa makanan sebagai makan malammu yang terlambat. Pantas, perutmu sebesar itu. Kini aku tau sebabnya. :)
Tak berselang lama, kita beranjak dari tempat itu menuju cafe dimana kamu sudah berjanji dengan kawan lamamu, tentu setelah kamu menghabiskan makanan dengan nasi yang tidak tersentuh. Bertemu dengan temanmu yang lucu, hingga tak terasa pagi sudah datang menjemput. Masih dengan setia aku menemanimu untuk melunasi rindumu pada temanmu. Sayangnya, kamu tidak bisa berjumpa dengan kawanmu lainnya.
Masih teringat jelas dalam memoriku apa yang terjadi sepulang kita dari cafe tersebut. Ya, aku masih bisa memelukmu. Aku bisa melihat tawamu, aku bisa mengusap lembut pipimu, aku bisa menciumi ketiakmu, aku bisa melingkarkan tanganku pada perut gendutmu, aku bisa memandangimu sesukaku, aku bisa menggodamu, aku bisa menciummu, aku bisa mendengarkan dengkuranmu, aku bisa melakukan semuanya bersamamu karena jarak yang memisahkan kita tak lebih panjang dari lenganmu. Namun sayang, waktu berjalan begitu cepat ketika aku bersamamu, entah kenapa. Rasanya seperti membutuhkan waktu lebih banyak, mungkin sama denganmu saat menghadapi pekerjaan. Rasa-rasanya jadi membutuhkan 36 jam dalam sehari.
Aaahh, lagi-lagi aku mengeluh. Lagi-lagi aku tak bersyukur atas karunia Tuhan masih bisa bertemu dengamu.
"bukan mengeluh karena sebentar bertemu, tapi bersyukur karena masih bisa bertemu meskipun sebentar".
Ini sudah kepulanganmu yang ketiga semenjak 290 hari kita dipisah jarak. Itu menjadi salah satu yang membuatku bertahan hingga sekarang, kepulanganmu. Menunggumu kini menjadi hobi baruku. Ada perasaan senang bercampur sedih saat mendengar kau akan pulang. Senang, karena kita bisa bersama. Sedih, karena setelah itu jarak memisahkan (lagi). Tapi justru lewat jarak, aku semakin dikuatkan. Jarak ternyata tak seburuk yang aku kira, semoga kamu pun begitu. Dari awal aku tau, mendoakan adalah cara terbaik merengkuhmu. Selalu saja itu berhasil membuatku nyaman dan tenang akan dirimu yang jauh di sana.
Kini, aku semakin mencintai pagi. Aku juga mencintai malam, karena artinya akan semakin dekat saja aku akan bertemu denganmu (lagi), sayang.
Tetap sebenarnya aku tak bisa membohongi diriku. Sungguh, aku ingin kamu selamanya disisiku. Aku mau kamu di sini, aku mau kamu dekat. Aku mau kamu.
Sama seperti malam ini dimana aku merindukanmu lagi dan lagi. Dimana aku merindukan malam kita yang baru dua hari lalu kita lewati bersama.
Malam semakin larut, kali ini aku harus cepat memejamkan mataku meski segelas kopi yang aku teguk saat makan malamku mencegahku. Aku harus cepat memejamkan mataku demi menjumpai pagi, demi pertemuanku selanjutnya denganmu.

Aku yang selalu merindukanmu, juga menyayangimu.
-kimi-

PUASA

Diposting oleh anggun via grasma di 9/03/2012 04:01:00 PM 0 komentar
di antara perbedaan kapan harus memulai puasa, aku memilih mengikuti puasa yang paling awal.
ya, sejak jumat tanggal 20 Juli aku mengawali puasaku, menahan nafsu yang membelenggu.
kata seseorang "puasa itu tentang pengendalian diri".
aku nasrani dan aku menjalankan puasa Ramadhan, masalah? tidak bukan? :)

ketika ditanya untuk apa melakukan puasa, aku memilih diam dan tersenyum.
biar hanya aku dan Tuhan saja yang tau tujuanku menahan hawa nafsu yang ada.
hari pertama berjalan dengan sangat lancar, aku tidak merasa kesulitan.
beberapa waktu sebelum puasa Ramadhan, aku memang sering melakukan puasa Senin-Kamis.

banyak teman dan saudara terkejut, kadang terlihat seperti "takjub".
bahkan mungkin membuat mereka bertanya-tanya.
pernah suatu ketika, ada perjamuan di gereja.
perjamuan itu saat dimana kami umat nasrani meminum anggur dan memakan roti tak beragi sebagai lambang tubuh dan darah Kristus, untuk memperingati pengorbananNya di kayu salib.
saat yang lain menerima dan memakan serta meminumnya, aku memilih menyimpan roti dan anggur bagianku.
seorang teman yang duduk di sebelahku bersama kekasihnya heran, dan bertanya "kok ga dimaem mb?"
aku tersenyum sambil menjawab : "nanti saja".
teman di sebelah kananku, namanya Natalia pun menimpali : "kenapa nggun kok ga dimaem?"
akhirnya aku menjawan keheranan mereka : "aku puasa"
"hah, ngapain puasa? mau jadi Muslim po? apa mau menjalani dua agama?" dan lalu mereka tertawa. entah apa yang ditertawakan, dan aku ikut tertawa, aah lebih tepatnya tersenyum.
"Biar aku saja yang tau, toh aku yang menjalankan" ucapku lirih dalam hati.

begitu pula waktu itu, saat adik dari mamaku yang aku panggil "bulik" datang ke Klaten.
Beliau tinggal di Jakarta, dan suatu ketika bermain ke Jogja bersama kakak sepupuku, mbak Yuli yang seperti kakak kandungku sendiri.
Aku, bulik, mbak Yuli, dan wuk Kaka berjalan menyusuri Yogyakarta.
Dan tujuan kala itu adalah untuk wisata kuliner.
ketika sampai di tempat tujuan dan semua memesan makanan, aku diam.
ditanya kenapa tidak pesan dan aku bilang aku puasa.
bulik kaget, dan bertanya puasa apa untuk apa, batal sehari pun tak apa.
tapi tidak, aku memilih melanjutkan puasaku di antara berbagai komentar orang-orang terdekat.

justru aku kaget karena mama yang tau aku puasa malah heboh menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka ketika aku pulang ke Klaten. jujur, aku terharu. :')
jam 3 pagi mama sudah bangun untuk menanak nasi untukku, padahal aku bisa melakukannya sendiri.
sorenya biasanya jika mama tidak memasak, beliau akan membelikan lauk untuk buka puasa dan sahur keesokan harinya. padahal aku bisa melakukannya sendiri, aku pun bisa memasak.
huaaah mama bikin mbrebes mili pokoknya :"")

ya dan akhirnya memang aku tak bisa puasa full. saat itu aku sakit. kalau kata mama aku ini "ringkih". kecapekan dikit, pusing lah, demam lah, inilah itulah, kepikiran apa dikit, deg-degan lah, keringat dingin lah, dulu juga tiap sebulan sekali pasti kena jatah flu. (-_-")
demi sembuh dari sakit dan agar tidak "kebacut" sakit, aku meminum obat, meminum vitamin, meminum propolis. semua aku minum, demi sehat saat seseorang tiba. :)
agak tidak wajar karena setelah minum obat, aku lalu minum vitamin, lalu minum propolis, dan begitu diulang tiap jam nya. alhasil sembuh! sekalipun belum terlalu fit, namun aku sudah merasakan badanku membaik.
mama sampai selalu bertanya via sms ketika aku sudah di jogja apa keadaanku sudah membaik, menyuruhku minum obat teratur, minum air putih yang banyak, dan begitulah beliau khawatir hingga aku menjawab "iya nanti kalau buka aku akan minum obat". ya memang setelah aku hanya batal puasa sehari saat benar-benar tidak enak badan, dan pesan balasan mama membuatku tertawa "eeeh eeeh eeehh kamu kok masih puasa lagi sakit begitu, jangan puasa dulu gak apa-apa, kalau sudah sembuh baru puasa. kamu ini lho sukanya bla bla blaaa...", dan hanya ku jawab "iya ma, oke.. aku sudah membaik kok" agar beliau tak lagi khawatir. fiuh.
dua hari sebelum lebaran tiba, akhirnya tamu bulananku datang. cuti puasa jugak deh akhirnya ._.

aku seorang Nasrani, di agamaku ada juga hal tentang berpuasa.
namun aku tidak tau caranya seperti apa.
jadi, kalau aku ikut puasa umat muslim, tak apa bukan?

semoga puasa Ramadhan pertamaku diterima olehNya. Ia yang aku sebut Tuhan. : )
 

after the rain Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos